Logo Bloomberg Technoz

"Data ekonomi berada dalam kondisi 'Goldilocks' (tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin) yang hampir sempurna sejak pemerintah dibuka kembali akhir November lalu. Kondisi ini harus terus berlanjut agar pasar saham mampu bertahan di tengah meningkatnya skeptisisme terhadap AI," kata Tom Essaye dari Sevens Report.

Mengingat Jerome Powell mendekati akhir masa jabatannya sebagai Gubernur The Fed dan Kevin Warsh diperkirakan akan menjadi penerusnya, Daniela Hathorn dari Capital.com mengatakan bahwa pasar kini “semakin sensitif terhadap bagaimana data memengaruhi ekspektasi suku bunga.” Meski perubahan kepemimpinan berpengaruh pada nada dan komunikasi kebijakan, data tetap menjadi “penggerak utama.”

“Karena itu, rilis data ketenagakerjaan dan inflasi pekan ini akan sangat krusial untuk menentukan apakah pasar kembali condong pada ekspektasi pelonggaran — skenario yang dapat mendukung saham dan logam mulia — atau apakah inflasi yang membandel memaksa kebijakan tetap ketat,” tambahnya.

Gejolak di Sektor Teknologi

Kekhawatiran terhadap disrupsi AI serta rencana belanja modal perusahaan raksasa (Big Tech) sempat memicu guncangan pada pekan lalu. Saham-saham yang dianggap rentan terhadap AI mulai ditinggalkan demi saham-saham sektor siklikal.

Meski demikian, sektor perangkat lunak mulai menunjukkan pemulihan. ETF iShares Expanded Tech-Software Sector naik 3,6%, sementara AppLovin Corp melonjak hingga 15%. Namun, Sameer Samana dari Wells Fargo Investment Institute mengingatkan bahwa kenaikan ini bisa saja sekadar "reli spontan" setelah aksi jual besar-besaran.

“Waktu yang akan membuktikan apakah pasar perlu menguji ulang levelnya atau apakah valuasi yang tercipta sudah cukup menarik bagi pembeli untuk masuk,” kata Samana.

Di sisi lain, meja perdagangan Goldman Sachs Group Inc memperingatkan bahwa bursa saham AS masih menghadapi potensi tekanan jual pekan ini dari dana algoritmik yang mengikuti tren (momentum-based algos), terlepas dari arah pasar nantinya.

“Jika memang terjadi aksi jual dari algoritma berbasis momentum ini, tidak ada jaminan pasar saham akan langsung bangkit setelah tekanan jual tersebut berakhir,” kata Matt Maley dari Miller Tabak. “Meski demikian, bisa saja aksi jual yang diperkirakan itu tidak terjadi.”

Dalam catatan terpisah, Goldman juga menyebut hedge fund meningkatkan posisi jual (short) pada saham AS seiring kekhawatiran atas disrupsi model bisnis akibat kecerdasan buatan yang terus menggema di pasar.

Dari pergerakan saham individual, saham Kroger Co melonjak 4,2% setelah operator supermarket tersebut menunjuk veteran ritel Greg Foran sebagai direktur utama. Saham Kyndryl Holdings Inc anjlok 55% di tengah keluarnya sejumlah eksekutif kunci dan peninjauan atas praktik akuntansi perusahaan.

Sementara itu, saham Cleveland-Cliffs Inc merosot 17% setelah perusahaan baja tersebut melaporkan Ebitda disesuaikan kuartal keempat yang meleset dari perkiraan konsensus akibat volume penjualan yang rendah. Saham Hims & Hers Health Inc juga terpuruk 17% setelah perusahaan telehealth itu menyatakan akan menghentikan penjualan versi tiruan obat penurun berat badan Wegovy yang baru diluncurkan.

(bbn)

No more pages