"Ini terjadi berkali-kali. Kita tunggu yang Kalimantan sampai mana prosesnya,. Kalau sampai tersangka betul sampai level 1 di bawah pimpinannya, kita akan ganti terus," kata dia.
"Saya harap yang baru dilantik, mengawasi betul kinerja anak buahnya. Anda harus mengawasi itu."
KPK sebelumnya telah menduga pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyediakan safe house terkait kasus dugaan korupsi importasi barang.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut rumah aman tersebut digunakan untuk menyimpan uang dan logam mulia. “Diduga para oknum dari Ditjen Bea Cukai ini menyiapkan safe house, untuk menyimpan barang-barang seperti uang, kemudian tadi logam mulia,” kata Budi.
Budi menyebut rumah tersebut disewa secara khusus. Namun, lembaga rasuah belum mengungkap siapa pemilik Sage house tersebut, yang diduga berada di bangunan vertikal sebuah apartemen.
(ell)




























