Reaktor tersebut dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada 18 Maret, ujar Takeyuki Inagaki, kepala pengelola PLTN Kashiwazaki-Kariwa, dalam konferensi pers pada Jumat.
Sebelumnya, pembangkit ini direncanakan mulai beroperasi komersial pada 26 Februari.
Tepco, operator fasilitas Fukushima yang rusak akibat gempa dan tsunami, berada di bawah pengawasan publik untuk memastikan pengoperasian kembali Kashiwazaki-Kariwa dilakukan dengan aman.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah Jepang yang kembali merangkul energi nuklir guna menekan emisi karbon, mengurangi impor bahan bakar fosil yang mahal, serta menjamin pasokan listrik yang stabil di tengah meningkatnya permintaan energi.
Tujuh reaktor di kompleks pembangkit tersebut telah berhenti beroperasi selama lebih dari satu dekade. Rencana pengaktifan kembali ini pertama kali dilaporkan oleh Kyodo pada Kamis.
Proses pengaktifan reaktor sebelumnya dihentikan setelah alarm berbunyi akibat kesalahan interpretasi arus listrik pada motor di dalam panel kendali yang terhubung dengan batang kendali reaktor, kata perusahaan pada Jumat.
Hasil investigasi menunjukkan tidak ada masalah pada komponen individual di dalam panel kendali tersebut, tambahnya.
(bbn)































