Koreksi ini membuat harga emas resmi turun tiga hari beruntun. Selama tiga hari tersebut, harga ambrol 12%.
Harga emas langsung ambruk saat rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 5.419,8/troy ons tercapai pada 28 Januari. Saat itu, harga emas sudah meroket lebih dari 25% sejak awal tahun.
Kenaikan yang sudah sangat pesat itu sepertinya membuat investor sudah tidak bisa menahan diri untuk segera mencairkan cuan. Aksi ambil untung (profit taking) yang begitu deras membuat harga emas terpangkas.
“Intinya, pasar sudah terlalu penuh sesak,” tegas Robert Gottlieb, mantan trader di JPMorgan Chase & Co yang sekarang menjadi pengamat independen, seperti dikutip dari Bloomberg News.
(aji)
No more pages


























