Di sisi lain, dia menegaskan, investor asing telah mencatatkan net buy untuk perdagangan hari ini.
Posisi itu, kata dia, mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap rencana benah-benah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap pasar modal domestik.
“IHSG pertama kita lihat terjadi net inflow asing. Net inflow asing berarti kepercayaan asing terhadap perbaikan itu ada,” klaim dia.
IHSG Ditutup Merah
IHSG kembali finis di zona merah. Koreksi hari ini cukup dalam, nyaris 5%. Pada Senin (2/2/2026)l, IHSG ditutup di posisi 7.922,73.
IHSG terpangkas 4,88% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu dan menjadi yang terlemah sejak 15 September tahun lalu atau sekitar 4,5 bulan terakhir.
IHSG sempat menguat pada perdagangan Jumat (30/1/2026), setelah turun tajam dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Namun hari ini, Indeks kembali masuk jalur merah.
Salah satu aspek yang menjadi pemberat laju IHSG yakni pembekuan indeks MSCI. Berbagai institusi ikut menurunkan predikat pasar saham Indonesia.
Setelah Goldman Sachs dan UBS, kini giliran Nomura yang menurunkan saham Indonesia dari overweight menjadi netral. Nomura menggarisbawahi risiko investability dan ancaman arus keluar modal dari pemodal pasif.
“Peringatan dari MSCI mengenai risiko penurunan peringkat menjadi Frontier Market mengejutkan kami, dan juga pasar,” ungkap Strategist Nomura Chetan Seth, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Meski demikian, Nomura tetap pada posisi (stance) positif terhadap pasar keuangan Indonesia. Ini didasarkan atas valuasi yang masih relatif atraktif, stabilisasi ekonomi, laporan keuangan korporasi, serta ekspektasi yang rendah.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini IHSG bakal menghijau pada perdagangan hari ini Senin (2/2/2026). Purbaya mengklaim kondisi IHSG tak akan ‘kebakaran’.
“Nggak [kebakaran] lah, pasti naik lah,”kata Purbaya, kepada awak media di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026). “Pasti [IHSG] naik lah. Pasti naik.”
Purbaya menjelaskan bahwa investor sempat mewaspadai terjadinya kekacauan dalam tubuh manajemen BEI, namun otoritas bursa dinilai sudah melakukan langkah tepat dengan menunjuk pejabat pengganti serta memastikan pasar modal berjalan normal.
(azr/naw)




























