Logo Bloomberg Technoz

Murti menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan kasus konfirmasi virus Nipah pada manusia di Indonesia. Namun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan karena Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis serta intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa terkait virus tersebut.

“Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan,” imbuhnya.

Dalam upaya pencegahan, Kemenkes juga meminta masyarakat berperan aktif melalui edukasi dan penerapan langkah-langkah sederhana. 

Salah satunya dengan tidak mengonsumsi nira atau aren langsung dari pohon karena kelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren pada malam hari.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, serta membuang buah yang menunjukkan tanda-tanda bekas gigitan kelelawar.

Di Indonesia, Murti menjelaskan terdapat penelitian yang menunjukkan bukti serologis dan deteksi virus pada kelelawar buah (Pteropus sp.). Temuan tersebut menandakan adanya potensi sumber penularan virus Nipah di dalam negeri.

Murti juga mengingatkan bahwa penularan antarmanusia pernah dilaporkan, terutama melalui kontak erat dengan penderita. Gejala klinisnya pun bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis atau peradangan otak yang dapat berakibat fatal.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah yang diterbitkan pada 30 Januari 2026. Pemerintah pun terus mendorong peningkatan kewaspadaan guna mencegah potensi penyebaran penyakit tersebut di Indonesia.

(ell)

No more pages