“Nilai ekpor non-migas untuk yang ke Amerika Serikat tercatat US$30,09 miliar ini terutama didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau HS85 dengan andil 19,48% dan mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya tumbuh 42,59% secara ctc.” lanjut Ateng.
Selain itu, Indonesia juga mengekspor pakaian dan aksesorinya ke Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar US$2,81 miliar, yang berkontribusi terhadap 9,07% terhadap total ekspor RI ke AS. Ekspor alas kaki Indonesia ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$2,8 miliar atau sebanyak 9,05% dari total ekspor RI ke AS.
Nilai ekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam tersebut punya kontribusi sebanyak 11,47% terhadap seluruh ekspor Indonesia ke AS.
“Khusus nilai ekspor di non-migas di india itu tercatat US$18,32 miliar, didominasi oleh bahan bakar mineral atau HS27 dengan sharenya 29,23%, ini mengalami penurunan. Kalau tadi di Amerika komoditi utamanya naik, kalau di India bahan bakar mineral mengalami penurunan yang cukup besar yaitu 23,25% secara ctc-nya” kata Ateng.
Tak cuma bahan bakar mineral, komoditas lemak dan minyak hewani/nabati juga mencatatkan penurunan ekpor ke India sebesar 10,28% secara c-to-c menjadi sebesar US$3,56 miliar. Sementara besi dan baja mencatat penurunan ekspor ke India sebesar 12,33% secara c-to-c atau senilai US$1,63 miliar.
(ell)


























