Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Pastikan BEI Go Public, Cegah Praktik 'Goreng Saham'

Sultan Ibnu Affan
30 January 2026 11:44

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bergegas ke Istana, Senin (08/09) (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bergegas ke Istana, Senin (08/09) (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah memastikan akan mempercepat demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini demi mencegah praktik pasar modal yang tidak sehat. Pada tahap lanjutan, artinya BEI akan go public atau menjadi perusahaan terbuka.

Hal ini merupakan respons dari kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga mengalami trading halt dalam dua hari terakhir, buntut kebijakan Morgan Stanley Composite Index (MSCI) membekukan rebalancing indeks saham Indonesia.

Demutualisasi merupakan proses perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimiliki oleh perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB), menjadi entitas berbentuk perusahaan yang dapat dimiliki oleh publik.


"Ini transformasi struktural dimana mengurangi benturan kepentingan di BEI antara pengurus bursa dengan anggota bursa, dan mencegah praktik pasar yang tidak sehat," tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengadakan pertemuan terbatas dengan sejumlah menteri dan pejabat bidang ekonomi di Kantor Danantara, Jumat (30/1/2026).

Airlangga menjelaskan demutualisasi bursa juga akan membuka investasi, termasuk dari Danantara dan agensi lainnya. Mantan Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) ini bahkan mengatakan BEI akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahap berikutnya.