Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, dia mengatakan, lembaganya terus mencermati dinamika pasar modal, termasuk kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi frontier market.

“BPJS Ketenagakerjaan juga terus mengamati perkembangan yang terjadi di pasar modal terkait dengan kemungkinan bursa saham Indonesia diturunkan klasifikasinya oleh MSCI menjadi frontier market,” katanya.

Meski demikian, BPJS Ketenagakerjaan tetap meyakini langkah-langkah yang diambil oleh regulator dan BEI akan berjalan dengan baik.

Keyakinan tersebut juga didukung oleh pandangan jangka panjang terhadap perekonomian nasional.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan pimpinan BEI mengadakan rapat darurat, sebagai respons atas kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) imbas isu MSCI.

Akibat isu MSCI terkait transparansi free float, indeks bahkan sempat mengalami trading halt selama dua hari beruntun.

Belakangan, OJK berencana untuk merelaksasi aturan investasi BPJS Ketenagakerjaan di bursa saham. Manuver itu diambil untuk mendorong likuiditas pasar.

Data OJK menunjukkan investasi dana pensiun, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, ke instrumen saham justru terus menurun dalam lima tahun terakhir. 

Porsi saham dalam portofolio BPJS Ketenagakerjaan yang sempat mencapai 19,09% pada 2019, turun menjadi hanya 9,14% pada 2023.

Sebaliknya, penempatan dana lebih banyak bergeser ke instrumen lain seperti surat berharga negara (SBN), obligasi, sukuk, serta deposito. Tren serupa juga terlihat pada investasi reksa dana BPJS Ketenagakerjaan, yang terus menyusut sepanjang 2019–2023.

Dana pensiun lain juga mencatatkan hal serupa. Meskipun total aset dana pensiun bertumbuh sepanjang 2024, porsi investasi ke saham justru mengalami penyusutan.

(rtd/naw)

No more pages