Adapun rentang perdagangan terjadi pada level 7.481 di titik terendah, sampai dengan 8.296 yang juga ada di zona level harga tertinggi secara intraday.
Sebanyak 137 saham berhasil menguat, dan masih ada 610 saham melemah. Sedang ada 60 saham tidak bergerak.
Saham–saham Keuangan, saham transportasi, dan saham barang baku menjadi pendorong reboundnya laju IHSG, dengan pelemahan yang sudah terbatas masing–masing 1,19% 1,91%, dan 2,49%.
Sedang, saham–saham Konsumen non primer masih mengalami pelemahan terdalam mencapai 5,25%.
Saham yang menjadi penopang IHSG sepanjang perdagangan siang hari ini adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang berhasil menguat mencapai 3,89%. Selain itu dorongan datang dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat 2,84%.
Senada, saham lain turut menjadi pendorong IHSG, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melejit 17,94%, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 6,92%, dan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terapresiasi 5%.
Sentimen hari ini tertuju pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) utamanya yang telah mengadakan rapat darurat, sebagai respons atas kejatuhan IHSG imbas pengumuman terbaru MSCI.
Akibat isu MSCI terkait transparansi free float, IHSG sempat mengalami Trading Halt selama dua hari beruntun.
Berdasarkan pantauan Bloomberg Technoz, berikut rangkuman dari hasil rapat yang digelar hari ini, Kamis (29/1/2026).
- Pemerintah serius untuk menjaga Indonesia tetap berada di kategori Emerging Market dalam klasifikasi MSCI
- OJK akan sementara berkantor di BEI, dimulai mulai besok, Jumat (20/1/2026)
- Direktur Utama BEI diagendakan bertemu MSCI pada Senin minggu depan
- Kedua pihak menyampaikan adanya langkah-langkah jangka pendek (immediate) dan jangka menengah (mid-term). Langkah jangka pendek akan difokuskan pada data kepemilikan di atas 5%, sementara kepemilikan di bawah 5% akan ditangani dalam jangka menengah. Sebelum implementasi, langkah jangka pendek tersebut akan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan MSCI untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar MSCI
- Data kepemilikan akan dikonsultasikan ke MSCI untuk memastikan sesuai standar
- Regulator akan membuka data Ultimate Beneficial Owner (UBO) untuk 100 emiten sebagai tahap awal dan menyerahkannya ke MSCI
- BEI dan OJK akan menetapkan minimum free float sebesar 15% baik untuk perusahaan tercatat saat ini maupun IPO di masa mendatang
- Ada rencana relaksasi aturan investasi BPJS TK untuk dorong likuiditas pasar
- Yang terpenting, Target penyelesaian isu: Maret 2026
(fad)





























