Logo Bloomberg Technoz

Thomas Djiwandono Pastikan Debt Switching BI Tak Pengaruhi Pasar

Pramesti Regita Cindy
29 January 2026 08:40

Calon Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono sebelum uji kelayakan dan kepatutan di Kompleks Parlemen, Senin (26/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean)
Calon Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono sebelum uji kelayakan dan kepatutan di Kompleks Parlemen, Senin (26/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono menegaskan bahwa peluang debt switching atau pengalihan surat utang antara pemerintah dan BI tidak akan mengganggu stabilitas pasar keuangan, selama dilakukan di pasar sekunder dan melalui koordinasi yang erat antara otoritas fiskal dan moneter.

Menurut Thomas Djiwandono, ruang kebijakan tersebut memang masih terbuka, selain itu hal ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar.

"Pak Gubernur sudah menyatakan demikian kan, memang kesempatan itu ada, cuman inget loh itu di pasar sekunder doang bukan di pasar primer, jadi hal-hal yang hitungan-hitungan seperti itu sudah dihitung," kata Thomas Djiwandono di Gedung Kemenkeu, Jakarta, dikutip Kamis (29/1/2026).


"Di sini ada Pak Minto dengan Dirjen DJPPR [Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko]-nya, dan [mereka] juga koordinasi sama BI, itu baik sekali. Jadi itu tidak akan memengaruhi market," jelasnya.

Terkait dengan debt switching, sebelumnya, disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Selasa (27/1/2026).