Polisi menyebut guru terkait sebenarnya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada siswa. Namun, keluarga murid disebut menunggu permintaan maaf itu disampaikan secara terbuka di depan forum sekolah atau kelas.
“Ada permohonan maaf dari guru kepada siswa tersebut, tetapi ini ditunggu mulai Agustus-Desember 2025 tidak ada permintaan maaf di depan forum atau di depan kelas, artinya disaksikan orang banyak,” jelasnya.
Kasus ini viral di media sosial setelah diunggah oleh anak dari guru yang bersangkutan. Informasi tersebut ramai diperbincangkan warganet dan salah satunya dilihat melalui unggahan yang beredar pada Selasa (27/1).
Dalam unggahan itu disebutkan peristiwa terjadi saat kegiatan lomba sekolah pada Agustus 2025. Saat itu seorang murid terjatuh setelah meminta temannya menggendong. Murid tersebut disebut tidak langsung ditolong, hingga sang guru menasihati agar para siswa lebih peduli terhadap sesama.
Namun, nasihat tersebut dipersepsikan sebagai bentuk kemarahan atau teguran keras di depan kelas. Meski mediasi telah dilakukan, orang tua siswa justru melaporkan sang guru ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hingga ke Polres Tangsel dengan dugaan kekerasan verbal.
(dec)































