Logo Bloomberg Technoz

IHSG berseberangan jauh dengan Bursa Saham Asia yang tengah melaju di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini.

Penguatan Bursa Asia dipimpin oleh KOSDAQ (Korea Selatan) yang menguat mencapai 3,65%, disusul oleh HANG SENG (Hong Kong) melesat 2,51%, Kospi (Korea Selatan) melejit 1,61%, Weighted Index (Taiwan) menguat 1,31%, SENSEX (India) terapresiasi 0,55%, PSEI (Filipina) 0,51%, Shanghai Comp (China) 0,44%, CSI 300 (China) 0,41%, dan SETI (Thailand) yang juga menguat 0,2%.

Adapun pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini nyaris mendekati batas penghentian sementara perdagangan saham atau Trading Halt.

Trading Halt sendiri merupakan istilah yang mencerminkan kepada tindakan di mana perdagangan saham, termasuk index, dihentikan sementara oleh Bursa terkait dalam perdagangan pasar.

Jika IHSG ambles hingga menyentuh batas tertentu, langkah dan tindakan ini akan diambil ketika diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar, juga guna melindungi investor.

Sebagai informasi, Trading Halt 30 Menit akan terjadi. Jika IHSG mengalami penurunan lebih dari 8% dalam satu hari, perdagangan saham akan dihentikan selama 30 menit.

Trading Halt kembali dilakukan jika IHSG jatuh 15%. Terlebih lagi, Trading Halt bisa dilakukan selama satu hari penuh.

Trading Suspend apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 20% dengan ketentuan sampai penutupan sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan atau perintah OJK.

Kejatuhan Bursa Saham Indonesia hari ini tersulut Kabar dari MSCI yang mengguncang pasar ekuitas Indonesia, dan membuat IHSG terjun sedalam 7,34% ke level 8.321 pada perdagangan sesi I.

Tekanan hebat melanda seluruh pasar, terutama pada saham-saham berkapitalisasi raksasa, sebut Mirae Asset Sekuritas.

Seluruh indeks sektoral mengalami koreksi tajam, dengan penurunan terbesar dialami oleh IDX Infrastructure dan IDX Energy.

Phintraco Sekuritas menegaskan, IHSG ditutup melemah pada sesi pertama perdagangan Rabu di level 8.321. Pelemahan ini merupakan respons negatif pasar terhadap kebijakan MSCI yang membekukan sejumlah penyesuaian indeks saham Indonesia, termasuk penahanan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan penundaan penambahan hingga kenaikan saham ke dalam indeks MSCI. 

“Dari sisi teknikal, IHSG membentuk gap down yang diikuti dengan breaklow support dinamis MA–5, MA–20 dan MA–200. Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 8.310 – 8.350 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” terang Phintraco, Rabu siang.

(fad)

No more pages