Dia juga memaparkan bahwa dari awal, BoP didirikan atas permintaan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York untuk melibatkan AS. Sehingga, Indonesia memandang ini merupakan satu langkah konkret agar Indonesia dan negara-negara lain bisa memastikan bahwa BoP tetap berjalan sesuai tujuan utamanya.
"Board of Peace ini sendiri lahir dari upaya untuk menciptakan perdamaian di Gaza, Palestina. Tentu saja arah kompas kita tetap Two State Solution. Tentu saja untuk mencapai ini, konflik ini terjadinya sudah lama, puluhan tahun, oleh karena itu, pasti ada langkah-langkah yang sifatnya taktis yang harus kita lakukan. Tapi tetap intinya, Indonesia menginginkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengisyaratkan bahwa iuran BoP Indonesia saling berkaitan dengan kesepakatan antara Indonesia dan AS yang masih dalam proses diskusi.
"Ini masih on-going progress dan juga ada kesepakatan-kesepakatan antara Indonesia dengan Amerika Serikat yang masih juga dalam proses diskusi, sehingga hal ini masih saling berkaitan. Kita serahkan kepada pemerintah untuk merampungkan semua hal tersebut," bebernya.
(ros)






























