Hal ini karena meskipun produksi minyak India pada Desember rata-rata 550.000 barel per hari — setara dengan gabungan produksi anggota OPEC, Kongo dan Gabon — angka tersebut masih hanya sebagian kecil dari total konsumsi nasional.
Produksi dalam negeri telah tertinggal selama puluhan tahun, membuat India bergantung pada impor untuk memenuhi sekitar 90% kebutuhan minyak dan 50% kebutuhan gas.
Kedua komoditas energi tersebut saja menyumbang 17% dari total barang impor pada Desember, yang menjadi beban besar bagi cadangan devisa negara.
Untuk menahan krisis yang diperkirakan memburuk seiring meningkatnya permintaan bahan bakar, India telah menetapkan hampir 1 juta kilometer persegi wilayah yang sebelumnya diproteksi untuk dibuka bagi eksplorasi, di luar 170 blok yang saat ini sudah terbuka untuk pengeboran.
Pada Agustus tahun lalu, Modi meluncurkan National Deepwater Exploration Mission, yang bertujuan membuka cadangan minyak dan gas sebesar 600 hingga 1.200 juta ton melalui 40 sumur eksplorasi baru.
Misi ini menargetkan penggandaan cadangan pada 2032, pelipatan tiga kali produksi pada 2047, serta pada akhirnya memangkas ketergantungan impor hingga 88%.
(bbn)





























