Logo Bloomberg Technoz

Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 diperkirakan lebih tinggi, ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi yang didukung oleh stimulus dari kebijakan fiskal dan moneter.

Pada kuartal IV 2025, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur berada di zona ekspansi. Penjualan ritel tumbuh positif dan neraca perdagangan mencatat surplus.

Purbaya mengklaim penempatan dana negara di perbankan turut memperkuat likuiditas, yang tercermin dari pertumbuhan M0 atau uang primer sebesar 11,4% (year-on-year) pada Desember, dan menekan dana perbankan. Ini juga didukung oleh kebijakan dari bank sentral. 

Pertumbuhan M0 yang tinggi tersebut turut dipengaruhi oleh koordinasi fiskal-moneter sejalan dengan ekspansi likuiditas pemerintah dan stimulus fiskal pemerintah di akhir tahun. Sementara itu, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tercatat sebesar 9,6% (year-on-year), antara lain dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit.

Kondisi Global Tak Pasti

Terkait kondisi global, KSSK menilai perekonomian dunia masih menghadapi tantangan dengan ketidakpastian yang meningkat. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi dunia masih akan dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif impor AS dan kerentanan rantai pasok global.

Pada 2025, Purbaya menyatakan dinamika ekonomi masih dipengaruhi oleh ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta penurunan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve yang lebih agresif.

Pelambatan aktivitas ekonomi AS dan pelemahan pasar tenaga kerja mendorong The Fed memangkas suku bunga acuan Fed Funds Rate sebesar 50 basispoin pada kuartal IV 2025 ke kisaran 3,5% sampai 3,75%.

"Pemangkasan lanjutan diharapkan dapat menopang pemulihan ekonomi dan meningkatkan aliran modal ke emerging market (negara berkembang)," ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK, Selasa (27/1/2026).

(lav)

No more pages