Logo Bloomberg Technoz

Hijau dan menguatnya IHSG merupakan efek secara langsung dari melesatnya sejumlah saham big caps.

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (27/1/2026).

  1. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menopang 19,17 poin
  2. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menopang 9,9 poin
  3. Telkom Indonesia (TLKM) menopang 9,5 poin
  4. VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) menopang 8,84 poin
  5. Barito Pacific (BRPT) menopang 6,9 poin
  6. Mora Telematika Indonesia (MORA) menopang 5,58 poin
  7. Barito Renewables Energy (BREN) menopang 4,64 poin
  8. Chandra Asri Pacific (TPIA) menopang 4,16 poin
  9. Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) menopang 3,55 poin
  10. Energi Mega Persada (ENRG) menopang 3,15 poin

Adapun saham–saham teknologi lain juga jadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Itsec Asia Tbk (CYBR) melesat 8,14%, saham PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) melejit 7.89%, dan saham PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) juga menguat dengan terapresiasi 4,29%.

Disusul oleh penguatan saham Konsumen non primer, saham PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) yang meninggi 24,7%, saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) menguat 24,6%, dan saham PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) yang mencetak penguatan 13%.

Mengutip analis Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup menguat terbatas pada level 8.980 pada Selasa setelah sempat bergerak melemah. Saham sector teknologi membukukan penguatan terbesar, sedang saham sector industri mengalami pelemahan terbesar. 

Adanya berita Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan) membuka potensi Danantara akan mengambil alih 28 perusahaan yang dicabut izinnya karena bencana Sumatra, termasuk tambang emas anak usaha UNTR, jadi penyebab penurunan signifikan pada saham UNTR dan ASII, sehingga turut membebani IHSG. 

Penutupan Saham ASII pada Selasa 27 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)

“Namun reboundnya beberapa saham yang telah mengalami tekanan jual selama beberapa hari, membatasi pelemahan IHSG lebih lanjut, sehingga IHSG dapat ditutup menguat tipis,” papar Phintraco, Selasa.

Adapun, setelah bergerak fluktuatif di antara teritori positif dan negatif, indikator Stochastic RSI berada di area oversold, pada tutup perdagangan, dan berpotensi membentuk golden cross. Namun histogram negatif MACD semakin melebar. 

IHSG masih ditutup di bawah level MA–5, namun masih bertahan di atas level MA–20. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan cenderung bergerak sideways pada kisaran 8.850 – 9.050. 

“Investor menantikan hasil pertemuan The Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap pada level 3,5% – 3,75%.”

(fad)

No more pages