Logo Bloomberg Technoz

Dia menjelaskan longsor di Cisarua dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian. Faktor pemicu utama adalah curah hujan tinggi yang terjadi sebelum dan saat kejadian, menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng.

Selain faktor hujan, gerakan tanah di Desa Pasirlangu juga dipengaruhi kondisi geologi setempat yang didominasi batuan gunung api tua yang telah lapuk, kemiringan lereng yang curam, serta keberadaan rekahan dan sesar geologi.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), kata Lana, wilayah terdampak termasuk Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah. Pada zona ini, gerakan tanah berpotensi terjadi terutama pada lereng yang telah mengalami gangguan, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia, khususnya saat hujan deras berlangsung lama.

Aktivitas pemotongan lereng untuk permukiman dan akses jalan, serta sistem drainase permukaan yang belum optimal, turut memperbesar risiko longsor dan menurunkan kestabilan lereng di kawasan perbukitan tersebut.

"Peristiwa ini menunjukkan keterkaitan kuat antara kondisi morfologi curam, batuan vulkanik lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi terhadap terjadinya longsor berskala luas," jelas Lana.

Respons Tanggap Darurat

Pasca kejadian tersebut, Badan Geologi memberangkatkan Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana. Tim Badan Geologi telah memeriksa lapangan untuk mengetahui penyebab gerakan tanah serta menyiapkan rekomendasi teknis penanganan di area terdampak seluas kurang lebih 30 hektare. 

"Tim Tanggap Darurat Badan Geologi saat ini sudah berada di lokasi terjadinya gerakan tanah berupa tanah longsor di Kabupaten Bogor. Tim akan melakukan pemeriksaan di lokasi bencana untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya.

Diketahui, longsor di kawasan tersebut terjadi di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 005 RW 011 Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026) pukul 03.00 WIB. Hingga Minggu (25/1/2026) siang, satu per satu korban ditemukan. Data Polda Jawa Barat menyebutkan, kini terdapat 17 kantong jenazah. Pada Sabtu malam tercatat ada 10 kantong jenazah.

Tim SAR hingga saat ini masih melanjutkan pencarian terhadap puluhan orang yang dinyatakan hilang. Selain korban jiwa, longsor juga menimbun lebih dari 30 unit rumah warga. 

(ain)

No more pages