BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik hingga Lebaran, Bagaimana April?
Azura Yumna Ramadani Purnama
12 March 2026 17:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemerintah masih memantau pergerakan kontrak pembelian bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah, serta perkembangan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebelum memutuskan harga BBM bersubsidi April 2026.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan sepanjang rata-rata harga ICP di bawah asumsi yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel, maka besar kemungkinan harga Pertalite dan Solar tetap ditahan pemerintah.
"Jadi, harga pasar internasional kan sangat fluktuatif. Dari berapa hari yang lalu kan sampai US$116 per barel. Ya tiba-tiba besoknya turun itu menjadi US$80. Ya kemudian tadi itu saya lihat bergerak naik lagi itu sekitaran di US$90. Ya tentu ini kita melihat secara rata-rata," kata Yuliot kepada awak media di Kantor BPH Migas, Kamis (12/3/2026).
"Kontrak yang terjadi kan sudah kontrak pada periode sebelumnya. Jadi yang ini ya kita lihat kontrak yang ke depan ya kira-kira bagaimana. Itu nanti akan dibahas antarkementerian/lembaga," lanjut dia.
Ihwal mitigasi yang disiapkan, Yuliot menyatakan bakal mempercepat peningkatan bauran bahan bakar nabati pada program biodiesel dan bioetanol. Dia meyakini langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada BBM fosil.






























