Gas alam masih menjadi penyumbang terbesar dalam bauran energi (energy mix) di Negeri Paman Sam, dengan porsi 40%. Disusul oleh energi baru-terbarukan (24%).
Batu bara hanya menyumbang sekitar 17% dari pembangkitan energi di AS. Namun dengan diaktifkannya sumber cadangan, maka batu bara akan memainkan peran yang lebih besar.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana ‘ramalan’ harga batu bara untuk hari ini, Jumat (23/1/2025)? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara menghuni zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 55. RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Namun, investor perlu waspada karena indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 93. Jauh di atas 80, yang berarti sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara berisiko turun. Cermati pivot point di US$ 108/ton.
Dari situ, harga komoditas ini bisa menguji support di kisaran US$ 107-106/ton.
Namun kalau masih bisa naik, maka harga batu bara akan mengetes resisten US$ 110/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga ke rentang US$ 111-117/ton.
(aji)





























