Bapanas mencatat, total beras bantuan pangan yang telah disalurkan di Provinsi Aceh mendekati 10 ribu ton.
Selain itu, penanganan bencana di wilayah tersebut juga diperkuat dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 17 ribu ton. Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Sementara secara nasional, hingga 14 Januari 2026, penyaluran bantuan pangan alokasi Oktober–November 2025 telah menjangkau 17.781.694 PBP atau 97,29 persen dari total pagu 18.277.083 PBP. Volume bantuan yang telah tersalurkan mencapai 355.633.880 kilogram beras dan 71.126.776 liter minyak goreng.
Pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian distribusi bantuan pangan di sejumlah daerah yang masih dalam proses, termasuk Aceh. Seluruh tahapan penyaluran dilakukan secara bertahap dengan pengawasan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan selesai sesuai target.
Menurut Andriko, capaian penyaluran yang tinggi mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah kondisi darurat.
"Kami ingin memastikan bahwa pada masa pemulihan bencana, tidak ada persoalan pangan dan logistik. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah," ungkapnya.
Bantuan pangan beras dan minyak goreng tersebut merupakan bantuan pangan reguler yang disalurkan oleh Bapanas melalui penugasan Perum Bulog. Selain itu, Bapanas juga menyalurkan bantuan pangan non-reguler melalui CBP yang dialokasikan khusus untuk penanganan bencana sesuai kebutuhan daerah.
Dalam kondisi darurat, penyaluran bantuan kemanusiaan turut diperkuat melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga ketersediaan pangan dan logistik dasar bagi masyarakat terdampak.
Adapun pada 18 Desember 2025, Bapanas telah mengalokasikan bantuan pangan reguler berupa 10.614 ton beras dan 2 juta liter minyak goreng untuk masyarakat Aceh. Selain itu, didukung pula penyaluran stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) khusus bencana alam sebesar 16,3 ribu ton.
(ain)






























