“Hal ini membuktikan kelayakan melatih model generatif multimodal dengan kinerja tinggi pada platform komputasi penuh buatan dalam negeri,” kata Zhipu.
Pengumuman Zhipu merupakan tonggak penting bagi Huawei, karena tidak ada perusahaan AI besar lain di China yang secara terbuka mengumumkan keberhasilan melatih model mereka menggunakan chip domestik. Pada Mei lalu, Huawei mengatakan telah melatih model Pangu Pro MoE mereka menggunakan chip Ascend.
Setelah masuk ke dalam daftar hitam AS tahun lalu, Zhipu yang berbasis di Beijing telah berambisi untuk bekerja sama dengan produsen chip domestik seperti Cambricon Technologies Corp. dengan tujuan menyesuaikan dan mengembangkan model.
Langkah Zhipu sejalan dengan kebijakan Beijing mengurangi ketergantungan pada keahlian asing, di tengah kampanye bertahun-tahun oleh AS dan sekutunya untuk membatasi akses China terhadap teknologi canggih dari Barat.
Beberapa jam sebelum perusahaan Beijing itu mengumumkan kemitraannya dengan Huawei pada Rabu, AS mendekati keputusan untuk mengizinkan Nvidia Corp. menjual chip artificial intelligence-nya, H200, ke China.
Baca Juga: Ulas Model AI Open-Source Zhipu (Z.ai)
Pemerintahan Donald Trump menerbitkan kriteria revisi untuk mendapatkan persetujuan Washington dalam mengirimkan prosesor tersebut ke pembeli China.
Pada Kamis lalu, Zhipu menjadi startup AI besar pertama di China yang go public. Sejak itu, sahamnya melonjak lebih dari 80% seiring dengan antusiasme investor terhadap industri AI China.
Beijing telah memberikan dukungan untuk pengembangan, produksi, dan adopsi chip AI buatan dalam negeri di tengah pembatasan AS terhadap penjualan semikonduktor paling canggih, terutama yang diproduksi oleh Nvidia ke China.
Huawei, produsen chip AI terkemuka di China, bersiap untuk secara signifikan meningkatkan produksi semikonduktor paling canggihnya tahun ini, sementara Cambricon bersiap untuk lebih dari tiga kali lipat produksi chip AI-nya pada tahun 2026.
(bbn)































