Ekspor Alas Kaki RI Ambruk Digebuk Tarif, PHK Mengintai
Mis Fransiska Dewi
05 January 2026 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengakui ekspor alas kaki Indonesia ke Amerika Serikat (AS) anjlok lebih dari 20% seiring pemberlakuan tarif resiprokal sebesar 19% oleh Presiden AS Donald Trump. Kondisi tersebut memicu risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya.
Direktur Eksekutif Aprisindo Yoseph Billie Dosiwoda mengungkapkan ekspor alas kaki Indonesia ke AS mengalami penurunan signifikan hingga 23,14% pada Agustus 2025—September 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Karena dampak tarif [resiprokal] menyebabkan penurunan pesanan tentu ini akan memberikan dampak produktivitas dengan kejadian lay-off [PHK] yang harus dihindari sangat berat pelaku Industri alas kaki walau ini sudah terjadi di sektor lain seperti tekstil,” kata Yoseph dalam siaran pers dikutip Senin (5/1/2026).
Dia meminta pemerintah berupaya menurunkan tarif lebih rendah bahkan mencapai 0% untuk sektor padat karya industri alas kaki dibandingkan negara pesaing lainnya terutama Vietnam, Kamboja, Pakistan, Bangladesh, India, dan China.
Menurut Aprisindo, ketika tarif tersebut turun menjadi 0%, maka sektor alas kaki akan menjaga serapan tenaga kerja sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Terlebih, industri alas kaki saat ini menyerap sekitar 960.000 pekerja dan menjadi salah satu penyangga ekonomi nasional.
































