Wi Sung-lac, Kepala Keamanan Presiden Lee, menyatakan bahwa Korea Selatan bermaksud memperkuat komunikasi dengan China melalui KTT ini untuk mempromosikan perdamaian di Semenanjung Korea. Seoul juga akan mendesak Beijing untuk memainkan peran konstruktif di kawasan.
Peluncuran ini juga mengikuti jejak aksi serupa pada November lalu, di mana Pyongyang menembakkan rudal balistik hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada sejumlah bankirnya yang dituduh Washington melakukan pencucian uang untuk program nuklir rezim tersebut.
Yang menarik, peluncuran rudal Korut pada hari Minggu ini terjadi hanya beberapa jam setelah AS melakukan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap pemimpinnya, Nicolás Maduro.
Di sisi lain, hubungan Pyongyang dengan Moskow juga terpantau semakin erat. Hal ini terlihat dari pertemuan Presiden Vladimir Putin dengan Menteri Luar Negeri Korut baru-baru ini, yang menandakan penguatan aliansi strategis di antara kedua negara tersebut di tengah meningkatnya tekanan global.
(bbn)




























