“Satu awak kabin sudah diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan. Satu lainnya masih dalam pemantauan lanjutan tim medis,” ujar Glenny.
Sebelumnya, insiden turbulensi GA 712 menjadi perhatian publik setelah sejumlah penumpang membagikan pengalaman mereka melalui media sosial. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa guncangan terjadi sekitar 30 menit sebelum pendaratan. Penumpang juga menggambarkan kondisi kabin yang sempat tidak kondusif saat proses penanganan awak kabin, termasuk penghentian sementara pendingin udara pesawat.
Menanggapi hal tersebut, Garuda Indonesia mengatakan bahwa seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Manajemen menyatakan awak kokpit berhasil mengendalikan situasi dengan baik hingga pesawat mendarat dengan aman di Sydney.
Garuda Indonesia juga mengimbau seluruh penumpang untuk senantiasa mematuhi instruksi keselamatan penerbangan, termasuk penggunaan sabuk pengaman selama berada di kursi, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi turbulensi yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat kondisi cuaca.
(dhf)




























