Logo Bloomberg Technoz

“Kami juga patuh terkait dengan pajak. Disini kita cukup besar kontribusi pajak, terutama pajak PBB. Sejak tahun 2023 pajak yang dibayarkan terus berlipat,” lanjutnya.

(Dok. KPI)

Pada 2023, Kilang Dumai menyetor PBB sebesar Rp57,4 miliar kepada Pemerintah Kota Dumai, dan jumlah tersebut melonjak menjadi Rp117 miliar pada 2025, ditambah PPh 22 Produk sebesar Rp49,3 miliar. Kontribusi serupa juga diberikan oleh Kilang Sungai Pakning di Kabupaten Bengkalis, dengan total pembayaran PBB mencapai Rp7,5 miliar pada 2023–2024. Seluruh kontribusi ini membantu pendanaan pembangunan infrastruktur, layanan publik, kesehatan, dan penguatan ekonomi daerah di wilayah operasional Kilang Dumai.

Dalam sambutannya, Fransetya menegaskan bahwa Kilang Dumai merupakan aset strategis dalam penyediaan energi untuk wilayah Sumatera. Ia menyampaikan bahwa di tengah tantangan industri energi global—mulai dari produksi hingga fluktuasi harga komoditas—KPI terus mendorong berbagai pengembangan untuk meningkatkan kinerja dan optimalisasi kilang.

“Kami berusaha keras di tengah tekanan-tekanan produksi maupun harga, harapannya pengembangan daripada kilang bisa meningkatkan optimasi, tidak hanya secara profit. Namun yang lebih penting juga untuk menjaga operasional sehingga suplai dari kilang ini bisa terjadi dalam rangka menjadi ketahanan energi Indonesia,” tandas Fransteya.

Fransetya juga menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga yang berperan sebagai garda terdepan dalam menyalurkan energi dan produk berkualitas dari kilang-kilang KPI. Ia menegaskan bahwa distribusi optimal, baik di dalam negeri maupun ke pasar internasional, hanya dapat terwujud melalui sinergi kuat antara KPI dan Patra Niaga.

“Atas nama manajemen KPI kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada PPN yang telah membantu menyalurkan produk, tidak hanya untuk ketahanan energi tapi juga bisa mencapai level profit di Pertamina Group secara keseluruhan untuk bisa berkontribusi terhadap dividen kepada penerimaan negara pada akhirnya,” ujarnya. 

Sejalan dengan itu, Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga, Mega Satria, menekankan bahwa kehadiran Patra Niaga menunjukkan komitmen perusahaan sebagai bagian dari Pertamina untuk terus bersatu dan berkolaborasi menjaga distribusi energi yang andal bagi masyarakat.

Di sisi lain, Kepala KPP Wajib Pajak Besar Tiga, Budi Christiadi, turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT KPI, termasuk Kilang Dumai, terhadap penerimaan negara. Ia menuturkan bahwa kunjungan ke Dumai merupakan bagian dari upaya memastikan proses perpajakan berjalan optimal.

“Terima kasih atas kontribusinya. Kita berharap penerimaan negara lebih baik lagi kedepannya,” kata Budi.

Dengan pelaksanaan MWT ini, Kilang Dumai menegaskan kembali peran strategisnya dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional, memperkuat tata kelola operasional, serta memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap pembangunan nasional.

(tim)

No more pages