Perjanjian pertahanan "mewajibkan kedua negara untuk memastikan bahwa kami berkonsultasi mengenai hal-hal yang penting bagi kami berdua."
Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan bersama Prabowo di Sydney pekan ini bahwa kedua negara telah menyelesaikan perundingan perjanjian pertahanan bilateral baru untuk memperluas kerja sama keamanan secara signifikan. Dia berencana akan mengunjungi Indonesia pada Januari untuk menandatangani perjanjian tersebut secara resmi.
Perjanjian-perjanjian ini "semua untuk memastikan kami bekerja sama menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan kami," ungkap Wong dalam wawancara terpisah pada Kamis.
Hubungan Indonesia dan Australia membaik dalam beberapa tahun terakhir, meredakan ketegangan selama Perang Dingin. Namun, pernyataan Wong menunjukkan bahwa isu pangkalan militer Rusia, yang muncul sebagai titik kekhawatiran dalam Pemilu Australia awal tahun ini, terus memanas.
Media pertahanan Janes melaporkan pada April bahwa Rusia telah meminta akses ke Pangkalan Angkatan Udara Manuhua di Papua untuk pesawat militernya. Moskwa pada saat itu memamerkan hubungan pertahanannya dengan Indonesia dan tidak membantah klaim bahwa mereka menginginkan akses tersebut.
Kementerian Pertahanan RI belum membalas pertanyaan untuk mengomentari laporan ini.
"Kami tidak memiliki kerja sama ruang udara dengan Rusia," tegas Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada Bloomberg News di sela-sela konferensi keamanan regional di Kuala Lumpur bulan lalu. "Itu isu selama Pemilu Australia. Tidak ada masalah" sekarang.
(bbn)




























