Logo Bloomberg Technoz

Ia menyinggung Keating–Suharto Security Agreement yang ditandatangani tiga puluh tahun lalu, Lombok Treaty pada tahun 2006, hingga Defence Cooperation Agreement yang baru diperbarui tahun lalu. Deretan kerja sama tersebut menunjukkan kesinambungan komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan di bidang pertahanan.

“Perjanjian ini menunjukkan bahwa hubungan kedua negara kini berada pada titik terkuatnya, dan itu merupakan hal yang baik bagi kawasan dan bagi rakyat Indonesia serta Australia,” ucap Albanese.

Menurut para pengamat, kesepakatan ini tidak hanya mempertegas peran strategis Indonesia dan Australia di kawasan, tetapi juga menjadi sinyal penting bagi stabilitas geopolitik Asia–Pasifik di tengah meningkatnya ketegangan global.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Australia. Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan, keamanan, dan persahabatan antarbangsa.

“Kita tidak bisa memilih tetangga. Ini adalah takdir kita untuk menjadi dua negara yang berdampingan. Karena itu, marilah kita hadapi takdir ini dengan niat terbaik. Saya percaya pada prinsip good neighbour policy, kebijakan bertetangga yang baik,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyoroti nilai budaya Indonesia yang menempatkan solidaritas dan gotong royong sebagai bagian penting dalam hubungan sosial, termasuk dengan negara tetangga. Ia menggambarkan hubungan Indonesia dan Australia layaknya tetangga yang selalu siap saling menolong dalam keadaan sulit.

“Dalam budaya Indonesia, ketika menghadapi keadaan darurat, tetangga lah yang pertama datang membantu. Saudara mungkin jauh, tapi tetangga adalah yang terdekat. Hanya tetangga yang baik yang akan saling menolong,” imbuhnya.

Kedekatan Personal dan Arah Baru Hubungan Strategis

Kunjungan kenegaraan ini merupakan perjalanan pertama Presiden Prabowo ke Australia sejak dilantik. Selain memperkuat kemitraan strategis, momen tersebut juga menandai hubungan personal yang semakin erat antara kedua pemimpin.

Albanese bahkan menyampaikan rencananya untuk melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada Januari tahun depan. Kunjungan itu akan dimanfaatkan untuk menandatangani secara resmi perjanjian keamanan bilateral setelah melalui proses domestik di masing-masing negara.

Menurut pejabat dari kedua belah pihak, momentum ini akan membuka jalan bagi kolaborasi lebih luas — tidak hanya dalam pertahanan, tetapi juga ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Dengan hubungan yang semakin kuat, Indonesia dan Australia diharapkan dapat memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian serta kemakmuran kawasan.

Sapaan hangat “my friend” dari Albanese kepada Prabowo kini menjadi simbol kedekatan dua pemimpin dan menegaskan arah baru hubungan Indonesia–Australia. Di tengah dinamika global yang kompleks, hubungan yang dibangun atas dasar saling percaya dan persahabatan ini menjadi modal penting bagi stabilitas kawasan Asia–Pasifik yang aman dan sejahtera

(red)

No more pages