Prabowo dan Paul Keating Bahas Stabilitas Kawasan Global
Redaksi
12 November 2025 17:51

Bloomberg Technoz, Sydney - Dalam kunjungan kenegaraannya ke Australia, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Australia sekaligus tokoh dunia, Paul Keating. Pertemuan tersebut menjadi ajang penting untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus membahas berbagai dinamika geopolitik dan ekonomi global yang tengah berkembang pesat.
Pertemuan berlangsung pada Rabu (12/11) di Sydney dalam suasana yang penuh kehangatan dan saling menghormati. Baik Prabowo maupun Keating terlihat terlibat dalam percakapan mendalam tentang tantangan kawasan serta peluang kerja sama strategis antarnegara.
Prabowo menyampaikan apresiasinya terhadap pandangan Keating yang dianggap memiliki kedalaman berpikir dan pengalaman luas di bidang hubungan internasional.
“Saya kira sangat bagus. Beliau sangat berpengalaman, pemikirannya sangat jernih. Pengalaman beliau sangat banyak. Jadi saya merasa banyak sekali yang saya dapat dari pemikiran-pemikiran beliau,” ujar Prabowo usai pertemuan tersebut.
Diskusi Strategis Bahas Geopolitik dan Ekonomi Global
Dalam pembicaraan tersebut, Prabowo dan Keating membahas berbagai isu strategis yang memengaruhi stabilitas kawasan Asia Pasifik. Mulai dari penguatan hubungan internasional, tren ekonomi global, hingga perkembangan geoekonomi dan geopolitik yang dapat berdampak langsung terhadap keamanan dan kesejahteraan negara-negara di kawasan.
“Pemikiran-pemikiran beliau sangat jernih dan luas. Ya, di bidang hubungan internasional, di bidang ekonomi, geoekonomi, dan geopolitik,” tambah Prabowo.
Pandangan Keating, yang dikenal sebagai salah satu arsitek kebijakan luar negeri modern Australia, dinilai dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam memperkuat posisinya di tataran global.
Pertemuan ini juga mencerminkan upaya Presiden Prabowo untuk memperluas jaringan diplomasi personal dengan tokoh-tokoh internasional yang memiliki pengaruh besar. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam memainkan peran aktif sebagai penyeimbang dan mitra strategis di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia.
Selain membahas hubungan bilateral, kedua tokoh juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor seperti ekonomi hijau, pertahanan, dan pengembangan teknologi. Hal ini dinilai penting dalam menghadapi perubahan global yang semakin cepat, termasuk disrupsi akibat perkembangan kecerdasan buatan dan perubahan rantai pasok internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan baik dengan Australia sebagai negara tetangga yang memiliki kepentingan bersama di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Selatan.
“Kita harus tahu bahwa kita bertetangga, dan Indonesia berkepentingan punya hubungan baik dengan Australia. Demikian sebaliknya, kalau kita bekerja sama dengan baik di semua bidang, ini akan membawa manfaat yang sangat besar untuk kedua negara dan untuk kawasan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Indonesia memandang penting hubungan dengan Australia bukan hanya dari sisi politik dan ekonomi, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.
Keakraban antara kedua pemimpin ini menambah optimisme terhadap hubungan kedua negara di masa depan. Pertemuan tersebut juga menjadi simbol bahwa diplomasi Indonesia di era kepemimpinan Prabowo akan lebih terbuka, aktif, dan berorientasi pada keseimbangan strategis di tengah dinamika global yang kompleks.
Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian, seperti meningkatnya tensi geopolitik di Laut China Selatan, fluktuasi ekonomi dunia, hingga perubahan arah perdagangan global, Indonesia dan Australia memiliki peluang besar untuk menjadi jangkar stabilitas kawasan.
Prabowo menekankan pentingnya kerja sama saling menguntungkan, khususnya dalam bidang keamanan maritim, ketahanan energi, serta pengembangan ekonomi berbasis inovasi. Hubungan yang saling menghormati dan pragmatis antara Jakarta dan Canberra diharapkan menjadi contoh bagi kemitraan regional yang kokoh dan berkelanjutan.
Kunjungan kenegaraan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo berkomitmen untuk memperkuat diplomasi luar negeri dengan semangat kolaborasi, saling menghormati, dan berbasis pada kepentingan bersama. Pertemuan dengan Paul Keating menandai langkah awal dalam membangun jembatan strategis baru antara Indonesia dan Australia menuju masa depan kawasan yang lebih stabil, sejahtera, dan inklusif.






























