Logo Bloomberg Technoz

Dicky mengimbau masyarakat di sekitar Cikande untuk sementara menghentikan konsumsi dan penjualan bahan pangan dari wilayah yang dicurigai terkontaminasi.

“Tunggu hasil uji laboratorium resmi. Dan bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia, relokasi sementara sebaiknya dipertimbangkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan warga agar menjaga kebersihan dan menghindari aktivitas yang menghasilkan debu seperti memotong logam atau menggali tanah di area sekitar lokasi. Pemeriksaan kesehatan dasar, terutama darah, perlu dilakukan jika muncul gejala seperti mual, infeksi berulang, atau pendarahan tidak wajar.

Lebih lanjut, Dicky menilai insiden ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat pada rantai distribusi scrap baja, baik impor maupun lokal. “Harus ada deteksi radiasi di pintu masuk pabrik dan tempat daur ulang. Ini butuh koordinasi lintas lembaga yang kuat,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Perindustrian membeberkan asal muasal besi tua atau scrap baja yang menjadi sumber paparan radioaktif Cesium 137 (Cs-137) di kawasan industri Cikande, Banten. 

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta menjelaskan, dari hasil investigasi lintas lembaga pemerintah menetapkan PT Peter Metal Technology (PMT) sebagai sumber radiasi setelah ditemukan adanya kontaminasi Cs-137 pada tungku peleburan baja milik perusahaan tersebut.

“Hasil pemeriksaan ini oleh Bapeten, BRIN, dan Brimob Polri ditetapkan salah satu PT, yaitu PT Peter Metal Technology sebagai sumber radiasi setelah ditemukannya radiasi Cs-137 pada tungku peleburan baja milik PMT ini,” kata Setia dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (10/11/2025).

Dia mengatakan hasil analisis laboratorium juga mengonfirmasi jenis kontaminan yang ditemukan di kawasan terdampak memiliki karakteristik yang sama dengan sisa produksi di fasilitas PT PMT.

(dec/spt)

No more pages