Meski realisasi anggaran berjalan positif, Dadan menilai kebutuhan MBG hingga akhir tahun masih akan melebihi pagu yang ditetapkan. Berdasarkan perhitungan BGN, total kebutuhan program hingga Desember 2025 mencapai Rp99 triliun atau selisih sekitar Rp28,6 triliun dari anggaran APBN yang tersedia.
“Bukan habis, tapi kurang. Karena untuk November saja, kebutuhan kita mencapai Rp14 triliun, sedangkan Desember sekitar Rp19 triliun,” jelas Dadan. Ia mengatakan, tambahan kebutuhan anggaran tersebut telah diajukan ke Kementerian Keuangan untuk dibahas lebih lanjut.
Dalam perhitungannya, BGN memproyeksikan akan menyerap tambahan Rp8,5 triliun hingga akhir November, Rp10 triliun sampai pertengahan Desember, dan Rp11 triliun di akhir tahun. “Total kebutuhan dalam 40 sampai 50 hari terakhir mencapai sekitar Rp29,5 triliun,” ujarnya.
Untuk program bantuan pemerintah makan bergizi, pagu khusus yang dialokasikan mencapai Rp51,2 triliun, dengan realisasi saat ini sebesar Rp36,23 triliun. Artinya, sisa anggaran yang tersedia tinggal Rp14,97 triliun. “Dengan proyeksi kebutuhan yang ada, kami akan memerlukan tambahan sekitar Rp14,5 triliun untuk menutup kebutuhan akhir tahun,” terang Dadan.
Dadan menegaskan, BGN berkomitmen menjaga transparansi dan efisiensi penggunaan dana. Ia juga memastikan seluruh proses penyaluran anggaran dilakukan sesuai ketentuan, mengingat program MBG menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
(smd/spt)





























