Logo Bloomberg Technoz

Pada tahun 1952, Zainal diangkat menjadi kepala wilayah Maluku Utara dengan kedudukannya di Ternate. Terkait itu, sejumlah wilayah di Nugini Barat berada di bawah kendali Sultan Tidoe namun setelah 1949, Belanda mempertahankan kekuasaannya atas setengah pulau tersebut.

Pemerintahan Soekarno kemudian berupaya menggabungkan sisa wilayah Indonesia tersebut. Hingga akhirnya pada 17 Agustus 1956 dibentuklah Provinsi Perjuangan Irian Barat dengan ibu kotanya di Soasiu, Tidore. Pemerintah kala itu menyatakan Papua dan pulau disekitarnya telah menjadi milik Kesultanan Tidore, oleh sebab itu Zainal diangkat sebagai Gubernur pada 23 September 1956.

Lebih lanjut, operasi militer Trikora dimulai pada 1961 dan akhirnya Indonesia dapat mencaplok Nugini Barat pada 1963. Dalam prosesnya, masa jabatan Zainal berakhir dan dia digantikan oleh P. Pamuji pada tahun 1962. 

Setelah itu, Zainal berpindah ke Ambon, ia meninggal pada tanggal 4 Juli 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon.

Berdasarkan versi Istana, seluruh tokoh tersebut dianggap memiliki jasa dan kontribusi kepada Indonesia sebagai pahlawan nasional di bidang perjuangan politik dan diplomasi. Dia dianggap memiliki peran penting dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua Barat, agar tetap menjadi bagian dari NKRI.

(azr/frg)

No more pages