Logo Bloomberg Technoz

“Salah satunya,” terang Prasetyo saat dikonfirmasi media di Jakarta, Jumat yang lalu, terkait rumor yang telah lama berkembang perihal rencana merger Grab dan GoTo.

Prasetyo menyatakan, terdapat peluang keterlibatan lembaga yang akan mengelola aset–aset BUMN, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara, dalam proses merger Grab–GoTo.

Prasetyo menambahkan, skema merger Grab dan GoTo masuk dalam pembahasan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur status, perlindungan dan tarif untuk pengemudi atau mitra ojek online.

“(Perpres) sedang terus disempurnakan, dalam artian dilengkapi dari berbagai pihak, baik teman-teman mitra ojol maupun teman-teman aplikator,” jelas dia.

“Dalam hal ini macam-macam karena kemudian ada juga Danantara juga ikut terlibat disitu karena ada proses korporasinya juga yang menjadi bagian dari yang dibicarakan gitu.”

Sayangnya ia tidak menjelaskan lebih rinci dan meminta media menantikan update kabar selanjutnya. “Tolong sabar dulu,” namun Prasetyo memberi sinyal bahwa prosesnya ada pembelian GoTo oleh Grab.

“Iya salah satunya,” saat dicecar skema aksi korporasi yang melibatkan Danantara, Grab, dan GoTo.

Melansir riset Panin Sekuritas siang hari ini, penguatan pada saham–saham sektor teknologi yang mencapai 3,86% hari ini, ditopang oleh kenaikan saham GOTO (+9,83%).

“Seiring dengan sentimen berita merger Grab–GOTO setelah konfirmasi langsung dari pihak pemerintah (Istana Negara) bahwa saat ini kedua emiten tersebut sedang dalam tahap diskusi serius bersama pihak pemerintah juga,” papar Panin, Senin.

(fad/wep)

No more pages