Sejumlah saham–saham juga menjadi pendorong IHSG pada perdagangan Sesi I. Saham–saham teknologi, saham properti, dan saham infrastruktur mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 3,04%, 1,57%, dan 1,43%.
Melesat tingginya IHSG sampai dengan ATH merupakan efek secara langsung dari kenaikan sejumlah saham Big Caps, terutama saham-saham Prajogo Pangestu.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Senin (10/11/2025).
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 15,42 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyumbang 10,28 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 3,28 poin
- Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) menyumbang 3,02 poin
- IndoKripto Koin Semesta (COIN) menyumbang 2,81 poin
- Bayan Resources (BYAN) menyumbang 2,49 poin
- Astra International (ASII) menyumbang 2,13 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 1,82 poin
- Darma Henwa (DEWA) menyumbang 1,65 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 1,59 poin
Adapun saham teknologi juga jadi penopang penguatan IHSG, PT Galva Technologies Tbk (GLVA) yang menguat 17,3%, dan saham PT WIR Asia Tbk (WIRG) yang mencetak kenaikan 9,35%.
Disusul oleh penguatan saham–saham properti, saham PT Pakuan Tbk (UANG) melejit 24,8%, saham PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) juga menguat dengan kenaikan 14,4%, dan saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) melesat 9,76%.
Melansir riset Phintraco Sekuritas, secara teknikal, IHSG membentuk candlestick shooting star yang menandakan adanya potensi koreksi, sementara pembentukan histogram positif pada MACD terus berlanjut.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 8.400-8.450 pada perdagangan Sesi II hari ini,” sebut riset Phintraco.
Sementara itu, Panin Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup menguat sejalan dengan meredanya risiko global yang didorong oleh tanda-tanda kesepakatan mungkin akan tercapai untuk menyudahi government shutdown AS yang berpotensi terjadi di Januari 2026.
“Adapun sentimen dari dalam negeri datang dari rilis data consumer confidence Indonesia yang naik ke level 121,2 pada Oktober 2025, mengindikasikan kenaikan tertinggi sejak April 2025,” terang Panin Sekuritas dalam riset terbarunya.
Adapun penguatan pada sector technology ditopang oleh kenaikan saham GOTO mencapai 8% seiring dengan sentimen berita merger Grab–GOTO setelah konfirmasi langsung dari pihak pemerintah (Istana Negara), saat ini kedua emiten tersebut sedang dalam tahap diskusi serius bersama pihak pemerintah juga.
(fad/aji)



























