Logo Bloomberg Technoz

Akibat Shutdown AS, 3 Juta Penumpang Pesawat Alami Penundaan

Redaksi
04 November 2025 14:30

Para pelancong mengantre di pos pemeriksaan Administrasi Keamanan Transportasi di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth. (Sumber: Bloomberg)
Para pelancong mengantre di pos pemeriksaan Administrasi Keamanan Transportasi di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth. (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lebih dari 3,2 juta penumpang maskapai di Amerika Serikat (AS) terdampak akibat penundaan dan pembatalan penerbangan yang disebabkan oleh kekurangan petugas pengatur lalu lintas udara. Hal ini terjadi sejak penutupan sebagian kegiatan pemerintah (government shutdown) dimulai pada 1 Oktober, menurut laporan kelompok maskapai Airlines for America pada Senin (3/11).

Organisasi tersebut, yang mewakili sejumlah maskapai besar seperti American Airlines, United Airlines, Southwest Airlines, Delta Air Lines, dan JetBlue Airways, melaporkan bahwa 16% dari total penundaan penerbangan pada Oktober disebabkan oleh kekurangan staf, naik signifikan dari rata-rata 5% sebelum penutupan dimulai.

Hanya pada hari Jumat lalu, lebih dari 300.000 penumpang terdampak, menjadikannya hari terburuk sejak penutupan pemerintah berlangsung, menurut kelompok tersebut.


Empat maskapai terbesar di AS bersama dengan National Air Traffic Controllers Association (NATCA) telah mendesak Kongres untuk segera menyetujui rancangan undang-undang pendanaan sementara (stop-gap funding bill) agar pemerintah dapat kembali beroperasi.

Maskapai penerbangan juga berulang kali menyerukan akhir dari penutupan pemerintah, dengan alasan bahwa kondisi tersebut mengancam keselamatan penerbangan.