Logo Bloomberg Technoz

Kesepakatan dagang ini sangat krusial bagi 11 anggota Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN), yang kini menjual lebih banyak barang ke AS daripada ke China.

Dalam pidatonya, Li berusaha menampilkan negaranya sebagai pendukung perdagangan bebas dan menyerukan persatuan dengan ASEAN. Tanpa menyebut AS, pejabat nomor dua China itu tampaknya menyalahkan Washington karena memicu perpecahan di kawasan ini.

"Intervensi kekuatan eksternal di kawasan kita semakin meningkat, dan banyak negara secara tidak adil dikenai tarif tinggi," ujar Li. "Dihadapkan dengan tekanan politik dan ekonomi yang kuat, perpecahan dan konfrontasi tidak hanya tidak akan membawa manfaat, tetapi menyebabkan perpecahan dan dominasi oleh kekuatan eksternal."

Pernyataan Li menggarisbawahi upaya China untuk memperkuat hubungan dengan mitra dagang utamanya. Bagi ASEAN, menjalin hubungan yang lebih baik dengan kedua negara adidaya tersebut merupakan kunci untuk memastikan pasokan bahan baku stabil dan akses ke pelanggan kaya.

Asia Tenggara semakin penting bagi AS sebagai sumber barang. (Bloomberg)

Perjanjian yang diperbarui, disebut CAFTA 3.0, mencakup bidang-bidang baru termasuk ekonomi hijau dan konektivitas rantai pasokan. Hal ini mewakili potensi kemenangan strategis bagi Beijing, yang sedang mencari pasar baru untuk kapasitas industri besarnya di bidang panel surya, baterai, dan kendaraan listrik.

Menurut pernyataan Kementerian Perdagangan Beijing, perjanjian ini memfasilitasi perdagangan produk ramah lingkungan dan mencakup komitmen bahwa kedua pihak tidak akan menggunakan standar lingkungan sebagai "cara terselubung proteksionisme perdagangan."

China dan ASEAN juga akan mengembangkan standar regulasi bersama untuk kendaraan energi baru. Penyelarasan ini dapat mempermudah akses pasar dan membantu sektor manufaktur kendaraan listrik China yang luas menemukan pembeli baru, sehingga melindunginya dari ancaman tarif AS.

Bagi ASEAN, kesepakatan ini merupakan bagian penting dari upaya penyeimbangan yang rumit. Para pemimpin blok ini bertemu Trump pada Minggu untuk mengamankan perjanjian dagang mereka sendiri.

Malaysia, salah satu dari empat negara Asia Tenggara yang menandatangani dokumen dengan Trump pekan ini, mengatakan kesepakatan AS menawarkan pengecualian tarif untuk minyak sawit, kakao, dan produk farmasi negara tersebut.

(bbn)

No more pages