"Ke depan, kita akan hindari semaksimal mungkin," tutur dia.
Belakangan, Kemenkeu dan BI sepakat melakukan burden sharing bunga SBN di pasar sekunder untuk membiayai program prioritas pemerintah, yakni program Perumahan Rakyat dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Kebijakan tersebut diputuskan oleh mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, sebelum dirinya mengakhiri jabatan dan diganti oleh Purbaya Yudhi Sadewa yang baru dilantik pada 8 September 2025 lalu.
Namun, BI menegaskan kebijakan itu tak serta merta akan melakukan pembelian SBN jangka panjang di pasar primer, termasuk tidak mencetak uang baru karena pembelian akan dilakukan di pasar sekunder.
"Tidak ada namanya BI mencetak uang baru, karena pembelian akan dilakukan di pasar sekunder. Berarti di pasar sekunder sebenarnya uangnya sudah ada, tinggal pergantian kepemilikan dari SBN tersebut," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, 10 September lalu.
(lav)




























