Meski Reliance secara rutin membeli minyak jenis Timur Tengah, aktivitas pembelian kali ini, termasuk sejumlah transaksi yang terjadi awal pekan ini sebelum sanksi AS diberlakukan, terpantau lebih agresif dari biasanya, ujar para trader.
Secara keseluruhan, Reliance telah membeli sedikitnya 10 juta barel minyak dari pasar spot bulan ini, dengan mayoritas berasal dari kawasan Timur Tengah. Sebagian besar pembelian dilakukan setelah sanksi AS diumumkan, kata sumber tersebut.
Juru bicara Reliance belum memberikan komentar terkait laporan ini.
Beberapa kilang India lainnya juga aktif mencari kargo spot, terutama dari Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Brasil, menurut para trader.
Harga minyak jenis Oman menguat pada Kamis, sementara selisih waktu pengiriman atau prompt timespread untuk acuan regional Dubai juga naik. Patokan global Brent melonjak lebih dari 5%.
Aliran minyak Rusia ke kilang besar India diperkirakan akan turun tajam setelah Rosneft dan Lukoil PJSC dikenai sanksi, kecuali untuk Nayara Energy Ltd. yang sebagian sahamnya dimiliki Rosneft.
Sejumlah perusahaan China juga menghentikan pembelian sementara waktu sambil menilai dampak dari sanksi AS tersebut.
(bbn)



























