Bantuan tunai itu menjadi bagian dari program perlindungan sosial untuk kuartal IV 2025.
Setiap penerima akan mendapatkan Rp300 ribu per bulan, dengan pencairan dilakukan sekaligus pada Oktober, atau tepatnya pada Senin kemarin. Setidaknya, terdapat sekitar 35,04 juta penerima manfaat program itu.
Mekanisme penyaluran BLT itu dilakukan lewat dua opsi; pertama melalui Bank Himbara (Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN) untuk sekitar 18,2 juta KPM; kedua melalui PT Pos Indonesia untuk 17,2 juta KPM lainnya, terutama di daerah yang belum memiliki akses ke layanan perbankan.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan penyaluran BLT lewat Himbara telah menjangkau 8 juta penerima manfaat.
"Sekarang sudah mulai proses, terutama yang lewat Himbara. Jadi mulai Senin kemarin sudah mulai berproses, sudah lebih dari 8 juta yang ditransfer," kata Gus Ipul di Jakarta, hari ini.
Sementara, pengirman lewat PT Pos masih dalam tahap proses verifikasi data, yang tengah divalidasi dan dimatangkan secara kolaboratif antar-instansi, termasuk BPS, Kementerian Keuangan, dan berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Meskipun terdapat informasi bahwa penyaluran melalui PT Pos mungkin baru dilakukan pada November, Gus Ipul menegaskan kementeriannya sedang berupaya keras untuk mempercepat jadwal distribusi.
"Ini lagi usahakan kita percepat ya. Tapi ini untuk 35 juta keluarga lebih itu sudah mulai kita bagi secara bertahap, sambil kita memantapkan datanya."
(ibn/naw)
































