Logo Bloomberg Technoz

Namun, perjanjian kerja sama pertahanan dengan Australia bisa berfungsi sebagai pencegah aksi militer China terhadap Taiwan, kata Trump, sambil meremehkan kemungkinan terjadinya konflik militer di kawasan tersebut.

"Bukan berarti Taiwan bukan prioritas utamanya karena kemungkinan besar memang begitu, tetapi saya tidak melihat ada hal yang akan terjadi," ungkap Trump tentang Xi.

Trump kembali mengulang ancamannya untuk menaikkan tarif barang-barang China "jika tidak ada kesepakatan" hingga batas waktu 1 November, dan mengambil tindakan lain termasuk menghentikan pengiriman suku cadang pesawat komersial.

Donald Trump dan Xi Jinping. (Sumber: Bloomberg)

Namun, dia juga menekankan bahwa ia berencana tetap mengadakan pertemuan dengan Xi dan mengatakan kepemimpinan Beijing "sangat menghormati" AS.

"Saya yakin setelah pertemuan kami di Korea Selatan selesai, China dan saya akan mencapai kesepakatan perdagangan yang benar-benar adil dan hebat bersama-sama," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan AS dan China akan mengadakan pembicaraan di Malaysia akhir pekan ini. Hal itu terjadi setelah ia bertemu secara virtual dengan Wakil Perdana Menteri He Lifeng pada Jumat lalu. Diskusi keduanya digambarkan oleh media negara China sebagai pertukaran pandangan yang konstruktif.

Stabilitas hubungan AS-China yang berlangsung berbulan-bulan terganggu dalam beberapa pekan terakhir setelah Washington memperluas beberapa pembatasan teknologi dan mengusulkan pungutan terhadap kapal-kapal China yang masuk pelabuhan AS. China membalas dengan langkah serupa dan memperketat kontrol ekspor terhadap tanah jarang dan material kritis lainnya.

Saat ditanya dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu tentang ancaman terbarunya menaikkan tarif barang-barang China, Trump mengatakan pungutan tersebut "tidak berkelanjutan" meski "bisa dipertahankan."

Kedelai telah menjadi sumber leverage utama bagi China dalam sengketa perdagangan. Tahun lalu, China membeli sekitar US$12,6 miliar minyak biji kedelai, tetapi tahun ini angka tersebut nol. China justru beralih ke Amerika Selatan.

Pada Agustus, Trump mendesak China untuk melipatgandakan pembelian kedelai dari AS. Menunjukkan frustrasinya karena hal itu tak terjadi, pekan lalu dia mengancam akan menghentikan impor minyak goreng dari China, yang ia tuduh sengaja "menyulitkan petani kedelai kami."

Masalah fentanil telah lama dianggap sebagai area di mana kedua belah pihak dapat mencapai kemajuan, meski hal itu masih mengganggu hubungan kedua negara.

Awal tahun ini, Trump mengenakan tarif 20% untuk semua barang China terkait aliran fentanil ilegal ke AS. Tarif tersebut ditambahkan ke pungutan yang berlaku pada Liberation Day. Pada Juni, Beijing memperketat kontrol atas dua bahan kimia yang dapat digunakan untuk membuat obat tersebut. Namun, China juga berulang kali mengatakan AS-lah yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah narkobanya.

Saat ditanya dalam jumpa pers rutin di Beijing pada Senin tentang pernyataan Trump, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan, "perang dagang tidak menguntungkan bagi kedua belah pihak, dan kedua belah pihak harus bernegosiasi dan menyelesaikan masalah terkait berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan."

Tarif Bilateral AS-China longgar setelah melonjak ke angka tiga digit. (Bloomberg)

China telah berusaha meredakan kekhawatiran atas eskalasi pembatasan logam tanah jarang—yang sangat penting untuk produksi pesawat tempur, ponsel pintar, dan bahkan kursi mobil—guna meredakan reaksi internasional.

Dalam diskusi di sela-sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) pekan lalu, delegasi China mengatakan kepada rekan-rekan mereka dari berbagai negara bahwa pengetatan kontrol ekspor tidak akan merugikan aliran perdagangan normal, seperti dilaporkan Bloomberg News sebelumnya, mengutip sumber yang mengetahui hal tersebut.

Para pejabat tersebut mengatakan China berusaha membangun mekanisme jangka panjang melalui langkah tersebut. Langkah itu diperkenalkan sebagai respons atas provokasi AS, seperti perluasan sanksi untuk menargetkan anak usaha dari perusahaan yang masuk daftar hitam, menurut sumber-sumber yang meminta namanya tidak disebutkan karena pembicaraan tersebut bersifat privat.

(bbn)

No more pages