Logo Bloomberg Technoz

Laju rupiah pagi ini di pasar offshore masih stabil di rentang tersebut, mengisyaratkan pola penguatan serupa mungkin akan terjadi di pasar spot hari ini.

Mengacu pembukaan pasar Asia pagi ini, mayoritas mata uang di regional bergerak di zona hijau. Yen Jepang memimpin penguatan dengan kenaikan 0,21%, baht Thailand 0,19%, ringgit Malaysia 0,15%, dolar Singapura 0,12%, yuan offshore 0,08% dan dolar Hong Kong 0,02%. Sementara won Korsel bergerak agak lemah 0,07%.

Lanskap ini memberikan gambaran rupiah memiliki ruang dan peluang penguatan.

Analisis Teknikal Rupiah

Secara teknikal nilai rupiah berpotensi menguat hari ini, dengan target resistance potensial menuju Rp16.540/US$ hingga Rp16.520/US$. Level resistance selanjutnya menarik dicermati pada Rp16.500/US$, yang saat ini makin mendekati resistance psikologis potensial.

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Jumat 17 OKTOBER 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

Rupiah terkonfirmasi memiliki level resistance potensial di Rp16.450/US$, yang tercermin dari time frame daily dengan keberhasilan break resistance pertama sebelumnya, tepat di sMA–50.

Sementara itu, nilai rupiah juga terkonfirmasi memiliki level support di Rp16.600/US$ dari posisi saat ini, sementara range support rupiah di antara Rp16.660 sampai dengan Rp16.700/US$.

Sentimen Rupiah Hari Ini: Dolar AS, dan The Fed

Dolar AS melemah seiring penurunan imbal hasil dan meredanya premi ketegangan Rusia–Ukraina. Penurunan imbal hasil obligasi US Treasury di seluruh tenor juga meredam harapan penguatan dolar AS. Kondisi ini tampaknya akan berlanjut, sebagaimana periset Alyce Andres dari Bloomberg News, yang menyoroti sentimen positif pada obligasi Treasury selama penutupan pemerintahan AS.

Donald Trump diagendakan bakal berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis, menurut seorang pejabat Gedung Putih, mengutip Bloomberg, menjelang pertemuannya dengan pemimpin Ukraina, Volodymyr Zelenskiy.

Trump dikabarkan merasa frustrasi terhadap Putin karena pemimpin Rusia itu menolak menghentikan pertempuran di Ukraina maupun bertemu langsung dengan Zelenskiy untuk melakukan pembicaraan damai. Rencana percakapan telepon antara Trump dan Putin pertama kali dilaporkan oleh Axios.

Dolar AS yang melemah juga tersengat sentimen pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral AS.

Terbaru, Pejabat Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan ia mendukung pemangkasan suku bunga sebesar setengah poin persentase bulan ini, dan kembali menegaskan pandangannya terhadap ketegangan perdagangan menambah ketidakpastian serta meningkatkan risiko penurunan pertumbuhan.

Ketua Dewan Penasihat Ekonomi (CEA) Stephen Miran ditunjuk sebagai Deputi Gubernur The Fed. (Bloomberg)

“Jika kebijakan moneter tetap seketat sekarang, dan terjadi guncangan seperti ini terhadap perekonomian, maka dampak negatif dari guncangan tersebut akan meningkat secara signifikan,” papar Miran pada Kamis dalam di Fox Business, melansir Bloomberg News.

Ia menambahkan, ia akan mendukung pemangkasan setengah poin persentase saat para pejabat The Fed bertemu pada 28–29 Oktober, meskipun Komite kemungkinan hanya akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin, seperti yang telah dilangsungkan pada September lalu.

Kecemasan perlambatan perekrutan tenaga kerja dapat memicu peningkatan pengangguran kemungkinan akan menjadi faktor utama dalam keputusan tersebut, kendatipun inflasi masih berada di atas target 2% The Fed.

Miran berulang kali menyerukan kebijakan moneter yang lebih longgar, berbeda pendapat dengan keputusan para pembuat kebijakan lain yang bulan lalu memilih menurunkan suku bunga The Fed hanya sebesar seperempat poin, sementara ia mendukung pemangkasan sebesar setengah poin.

(fad/aji)

No more pages