Logo Bloomberg Technoz

IHSG Diramal Sideways, Perang Dagang Masih Jadi Isu Utama

Artha Adventy
14 October 2025 08:35

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak sideways di rentang 8.100-8.300 pada perdagangan hari ini, Selasa (14/10/2025).

Sebelumnya, indeks komposit ditutup melemah di posisi 8.227 atau turun 0,37% pada perdagangan kemarin, Senin (13/10/2025). IHSG juga sempat melemah ke 8.133 dan menyentuh level intraday tertinggi baru yaitu 8.288.

Tim Analis Pintraco Sekuritas menjelaskan pelemahan IHSG tertekan oleh saham sektor keuangan yang mencatatkan koreksi terbesar, sedangkan saham sektor transportasi membukukan kenaikan terbesar. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mendekati area overbought dan histogram positif MACD menyempit.


"Namun IHSG masih bertahan di atas level MA5 di kisaran 8214. Sehingga diperkirakan dalam jangka pendek IHSG cenderung bergerak sideways pada kisaran 8100-8300," kata Tim Analis, Selasa (14/10/2025).

Kemudian, mayoritas indeks bursa Asia ditutup melemah akibat sentiment negatif dari memanasnya kembali perang dagang antara AS-Tiongkok setelah Presiden Trump mengatakan akan memberlakukan tarif impor tambahan sebesar 100% terhadap Tiongkok mulai 1 November 2025.