Utang Dahsyat Kereta Cepat China dan Langkah Purbaya
Redaksi
14 October 2025 07:09

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kereta cepat Jakarta–Bandung, atau Whoosh, lahir dari ambisi besar Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk membawa Indonesia menembus batas modernitas transportasi.
Sejak awal, Jokowi menegaskan proyek ini bukan sekadar soal mobilitas, melainkan simbol peradaban baru: Indonesia yang cepat, efisien, dan sejajar dengan negara maju.
“Kita ingin Indonesia punya kebanggaan baru,” ujarnya saat peresmian Whoosh pada Oktober 2023.
Namun, di balik kecepatan dan kebanggaan itu, proyek ini menyimpan beban finansial yang luar biasa besar. Nilai investasinya yang semula diperkirakan sekitar US$ 6 miliar kini membengkak hingga US$ 7,27 miliar atau lebih dari Rp 115 triliun.
Sekitar 75 persen pembiayaan berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), dengan tenor panjang hingga 40 tahun, sedangkan sisanya 25 persen dari modal konsorsium pemegang saham. Proyek dijalankan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang dimiliki 60 persen oleh Indonesia melalui BUMN seperti PT KAI, WIKA, dan Jasa Marga dan 40 persen oleh konsorsium China Railway International Co.




























