Logo Bloomberg Technoz

Dengan data penjualan mobil yang ambles tersebut, saham–saham emiten industri otomotif ikut terjerembab di jalur merah. Tercermin dari laju harga saham yang kompak mengalami penurunan.

Pada jeda Sesi I penutupan perdagangan Jumat (10/10/2025), saham otomotif dan penunjangnya, termasuk perusahaan pembiayaan (multifinance) turut memerah, sejalan dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sesi I, IHSG melemah 0,26% ke level 8.229 dengan 324 saham menguat, 307 saham drop, dan sisanya 164 saham stagnan.

Saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) melemah terdalam, mencapai 2,51% di posisi Rp1.170/saham. Sementara perusahaan kompetitornya turut melemah, PT Astra International Tbk (ASII) turun 0,42% di posisi Rp5.900/saham.

Saham ASII pada Jumat 10 OKTOBER 2025 (Sumber: Bloomberg)

Saham PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) yang merupakan perusahaan di bidang manufaktur komponen otomotif, terutama untuk mobil dan sepeda motor juga ikut melemah lajunya, dengan mencatatkan penurunan 0,51% ke harga Rp995/saham.

Saham PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) yang bergerak pada bidang pembuatan suku cadang otomotif dan mesin dan produk terkait lainnya siang hari ini melemah mencapai 0,28% ke harga Rp1.745/saham. Disusul oleh saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) yang stagnan pada harga Rp246/saham.

Senada, saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) yang merupakan emiten produsen dan distributor ban berkualitas tinggi untuk mobil harga sahamnya stagnan dan flat pada harga Rp985/saham.

Pada industri penopang dan penyokong otomotif lainnya, saham–saham perusahaan pembiayaan atau multifinance juga ikut melemah. Emiten saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) melemah 1,94% ke harga Rp755/saham.

Senada dengan lainnya, saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) juga melemah 1,88% di posisi Rp312/saham. Begitu juga dengan saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) yang melemah 0,45% di posisi Rp442/saham.

Emiten PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) yang menyediakan berbagai pembiayaan, termasuk pembiayaan otomotif untuk motor dan mobil, juga turun harga sahamnya, melemah 0,28% ke harga Rp8.775/saham. 

(fad/aji)

No more pages