Logo Bloomberg Technoz

Realisasi Kredit Bank BUMN dari Kas Negara Rp200 T, Siapa Unggul?

Dovana Hasiana
09 October 2025 13:39

Kepala Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu (Dok: Azura Yumna/Bloomberg Technoz)
Kepala Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu (Dok: Azura Yumna/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penyaluran kredit oleh lima bank milik negara dari likuiditas milik kas negara sebesar Rp200 triliun per 9 Oktober 2025. 

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sudah menyalurkan 74% dari total Rp55 triliun. Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menyalurkan 62% dari total Rp55 triliun; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah menyalurkan 50% dari total Rp55 triliun. 

“PT Bank Tabungan Negara Tbk [BBTN] salurkan 19% dari total Rp25 triliun dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk [BRIS] 55% dari total Rp10 triliun,” ujar Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Kacaribu kepada awak media, Kamis (9/10/2025). 


Febrio mengatakan penyerapan oleh bank tersebut disalurkan dalam bentuk kredit. Lagipula, kata Febrio, pemerintah sudah melarang penempatan kas itu digunakan untuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN). 

Menurut Febrio, program penempatan kas negara Rp200 triliun menambah likuiditas perbankan. Terlebih, pemerintah memberikan bunga yang rendah, yakni 80,476% dari suku bunga acuan. Sebagai gambaran, suku bunga acuan atau BI Rate per September 2025 adalah 4,75%. Maka, bunga penempatan kas negara di perbankan saat ini hanya 3,8%.