MBG Bikin Harga Ayam Meroket, Pedagang Pasar Menjerit
Muhammad Fikri
07 October 2025 16:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo–Gibran mulai menunjukkan efek samping ekonomi yang tidak diantisipasi.
Harga daging ayam di pasar tradisional melonjak tajam, pedagang kecil kehilangan pelanggan, sementara perputaran uang justru terkonsentrasi di perusahaan besar pengelola dapur umum.
Riset terbaru Center of Economic and Law Studies (Celios) mencatat, harga ayam ras segar naik signifikan sejak MBG berjalan. Harga yang semula sekitar Rp35.000 per kilogram kini tembus hingga Rp50.000 di sejumlah daerah. Sejak awal Juni 2025, harga ayam ras meningkat 9,3% dari Rp35.066 menjadi Rp38.322 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada ikan kembung dan telur ayam—masing-masing 3,2% dan 2,9%—dua komoditas lain yang menjadi bahan utama program MBG.
Lonjakan harga dipicu oleh perubahan rantai pasok. Sejak MBG diluncurkan, jutaan porsi makanan bergizi disiapkan di dapur umum berskala industri. Dapur-dapur besar ini membeli bahan pangan langsung dari perusahaan unggas besar dengan kontrak pasokan tetap, meminggirkan peternak kecil dan pedagang ayam di pasar tradisional.
“Peternak dan pedagang kecil tidak bisa masuk ke rantai pasok MBG karena tidak memenuhi volume dan standar industri,” kata Media Wahyudi Askar, Direktur Kebijakan Publik Celios, dikutip Selasa (7/10/2025). “Dampaknya terasa: stok ayam di pasar menipis, harga melonjak, dan ekonomi rakyat terputus. Skema ini harus dievaluasi total.”





























