Sementara, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin, harganya ikut naik tipis 0,24% dalam sehari dan mengalami kenaikan 8,55% dalam sepekan terakhir. Harga BTC saat ini mencapai US$124.181 (sekitar lebih dari Rp2 miliar).
Dipicu Shutdown AS, Bitcoin Moncer
Aset kripto asli mencatatkan posisi tertinggi di akhir pekan US$125.689 dengan arus masuk dana ke instrumen ETF Bitcoin US$3,2 miliar pekan lalu, dirangkum Bloomberg News. Capaian ini adalah terbesar kedua sejak reksa dana terkait Bitcoin yang dapat diperdagangankan rilis pertama kali pada 2024.
Pada bagian lain open interest atas produk ETF iShares Bitcoin Trust milik BlackRock per Jumat tercatat naik ke rekor US$49,8 miliar.
Pada bursa Deribit dan IBIT terakhir kali mendekati nilai US$80 miliar, atau sekitar 10 kali lipat dari level awal 2024. David Lawant, Kepala Riset di FalconX mencatat bahwa sebagian besar pertumbuhan terjadi dalam enam bulan terakhir.
Pedagang kini membidik kisaran baru Bitcoin pada US$135.000 hingga US$150.000 namun dengan catatan momentum pekan lalu dapat terus bertahan, menurut Rachael Lucas, analis di BTC Markets, dikutip dari Bloomberg News. Sebaliknya, “namun, dengan leverage yang terus meningkat, pembalikan tajam dapat memicu volatilitas.”
Posisi call tercatat lebih dari 60% memberi gambaran pasar yang "cenderung bullish" sekaligus “mencerminkan keyakinan yang kuat tetapi juga meningkatkan risiko likuidasi berantai jika momentum terhenti,” pungkas Lucas.
(far/wep)































