Logo Bloomberg Technoz

Kemudian, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rp18.500 per liter atau 18,34% lebih tinggi dari HET, Kalimantan Timur Rp17.613 per liter atau 13,46% lebih tinggi dari HET, Maluku Rp17.811 per liter atau 13,45% lebih tinggi dari HET dan Papua Barat Daya Rp17.667 per liter atau 12,53% lebih tinggi dari HET.

Sementara itu, terdapat lima wilayah dengan dengan harga Minyakita terendah. Yakni, Sulawesi Barat Rp15.500 per liter atau -0,27% lebih rendah dari HET. Lalu, Selawesi Selatan Rp15.655 per liter atau -2,9% lebih rendah dari HET. Provinsi Papua Selatan Rp15.700 per liter atau setara HET, Sulawesi Tengah Rp15.700 per liter atau setara HET, dan Bengkulu Rp15.850 per liter atau 0,96% lebih rendah dari HET.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu pertama Oktober 2025 tercatat 18 provinsi mengalami kenaikan IPH. Sementara 20 provinsi mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk beras dan minyak goreng, kata Amalia, meski inflasi ataupun kenaikan IPH komoditas ini tergolong rendah, namun di level harga, sudah tergolong tinggi.

"Walaupun nanti beras dan minyak goreng tidak masuk radar dalam penyumbang inflasi, tetapi yang perlu kita catat sama-sama adalah level harga untuk beras dan minyak goreng masih dalam level harga yang tinggi, karena sekali lagi yang dibayar oleh konsumen adalah level harga, bukan inflasi," jelasnya.

Berdasarkan catatan BPS, cabai merah, daging ayam ras dan cabai hijau menjadi komoditas penyumbang utama inflasi secara bulanan (month-to-month/MtM).

Komoditas cabai merah di bulan September 2025 secara MtM, mengalami kenaikkan inflasi sebesar 39,52%. Kemudian daging ayam ras 8,59%, dan cabai hijau secara MtM mengalami inflasi sebesar 22,27%.

Namun demikian, ada beberapa komoditas kelompok makanan yang menjadi peredam inflasi, dengan artian mengalami deflasi. Yaitu bawang merah mengalami deflasi -17,47%. Tomat mengalami deflasi -12,76%. Kemudian bawang putih mengalami deflasi -2,04%, dan komoditas cabai rawit mengalami deflasi -2,84%.

(ell)

No more pages