Logo Bloomberg Technoz

Nitrit Tinggi di Melon Picu Keracunan Massal MBG di Bandung Barat

Dinda Decembria
03 October 2025 20:20

Menu makan bergizi gratis (MBG) untuk ibu menyusui di Posyandu Dahlia 2, Ciracas, Jumat (10/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menu makan bergizi gratis (MBG) untuk ibu menyusui di Posyandu Dahlia 2, Ciracas, Jumat (10/1/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tim Investigasi Independen Badan Gizi Nasional (BGN) menyimpulkan senyawa nitrit menjadi pemicu gejala keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 1.315 siswa di Kabupaten Bandung Barat.

Gejala tersebut muncul setelah para siswa menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbeda.

“Ditemukan kadar nitrit yang sangat tinggi di buah melon dan lotek dari sampel sisa sekolah,” kata Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Dra. Karimah Muhammad, Apt., di Jakarta, Jumat (3/10/2025).


Karimah menjelaskan, hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat menunjukkan kadar nitrit dalam sampel mencapai 3,91 mg/L dan 3,54 mg/L. Padahal, menurut standar EPA (US Environmental Protection Agency) batas maksimum nitrit dalam minuman hanya 1 mg/L, sementara otoritas kesehatan Kanada menetapkan 3 mg/L.

“Kami berkesimpulan, senyawa nitrit menjadi penyebabnya,” ujarnya menegaskan. Kesimpulan itu diperoleh setelah tim melakukan investigasi lapangan dengan mewawancarai korban, menemui dokter di Puskesmas Cipongkor dan RSUD Cililin, hingga menelaah pola gejala utama serta obat-obatan yang diberikan.