Logo Bloomberg Technoz

WFO Bisa Selamatkan Isu Oversupply Perkantoran di Jakarta

Merinda Faradianti
03 October 2025 14:20

Pusat perkantoran di Jakarta. (Dok Bloomberg)
Pusat perkantoran di Jakarta. (Dok Bloomberg)

Bloomberg Technoz, JakartaOversupply ruang perkantoran di segitiga emas kota Jakarta masih terjadi dua tahun paska pandemi COVID-19 melanda Indonesia meski saat sudah mulai berkurang. Terlebih karena saat ini, sejumlah besar kantor yang kini tak lagi menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH/ Working From Home).

Colliers mencatat, selain penerapan WFH yang masih banyak dilakukan sebagian perusahaan,  fenomena ini terutama  dipicu oleh besarnya pasokan ruang kantor baru yang tidak sebanding dengan permintaan.

Meski begitu Bagus Adikusumo, Head of Office Services Colliers mengatakan dengan semakin banyaknya perusahaan yang kini melakukan ekspansi dan meminta karyawannya kembali bekerja di kantor, potensi tingkat keterisian ruang kantor di Jakarta bisa menjadi lebih tinggi.


"Covid-19 sudah berakhir, ini semakin ditinggalkan [WFH]. Semakin sedikit perusahaan, terutama multinational company yang apply ini. Dan itu memang mulai terjadi di tahun 2024. Beberapa perusahaan ekspansi karena back to the office full time," katanya pada Bloomberg Technoz, dikutip Jumat (3/10/2025).

Menurut Bagus, karena perusahaan sudah mulai ekspansi dan WFH semakin ditinggalkan maka oversupply perkantoran di segitiga emas Jakarta berkurang.